Selasa, 13 Agustus 2013

SEF “Keluarga, Organisasi dan Bagian dari Hidup”


Bismillah, Sharia Economic Forum atau biasa yang kami sering dengar dan katakan SEF Gunadarma. Sebuah wadah atau forum bagi mereka yang ingin belajar tentang ekonomi Islam di Universitas Gunadarma. Alhamdulillah saya dipertemukan kepada mereka yang ada didalamnya, menjadikan kami saudara yang benar-benar saudara, kami saling menyayangi dan memberikan nasihat, bantuan apapun disaat susah ataupun senang.
Pertemuan saya dengan SEF, bermula dari kakak saya yang sudah terjun di forum ini, saat saya masih duduk di SMA kakak saya sudah semester 3 dan 4, beliau sering sekali bilang ke ibu untuk rapat, mau mengadakan acara seminar. Untuk anak yang baru duduk di bangku SMA saya melihat mba Muti –kakak saya- sudah hebat karena bikin suatu acara, ketemu pembicara, dll. Saat saya masuk kuliah di Gunadarma kampus tercinta, semester 1 dan 2 saya masih kerjaannya kuliah pulang, kuliah pulang. Nah saat mau memasuki semester 3 sudah mulai mau mencari kesibukan, tadinya saya ingin mengambil paduan suara dengan teman saya namanya Sarrah, beliau ini bisa dibilang sahabat saya dari semester 1 sampai lulus, karena memang sekelas terus. Tetapi ndak jadi karena mendengar kabar latihannya saja bisa sampai jam 9 dan minggupun latihan dalam hati “kapan gue istirahatnya”.
Kebetulan di semester 3 Saya, Sarrah dan beberapa sahabat saya daftar di SEF itu sekitar 7 orang dari kelas saya kebetulan kelas 2EB01. Alhamdulillah kami diterima dengan baik sebagai anggota baru SEF periode 2009-2010, walaupun kakak-kakaknya bisa dibilang masih sedikit mungkin 10 orang seingat saya waktu itu. Dan untuk angkatan saya sebagai anggota juga ada beberapa anak kelas lain yang juga mendaftar. Mulailah saya mengikuti rapat untuk mengadakan seminar dan acara SEF lainnya. Sebagai anggota baru saya sudah diberi tugas sebagai sekretaris untuk acara seminar Economic Sharia Preface yang diketuai oleh Benny, kebetulan beliau sudah di SEF dan sekelas sama saya di 2EB01. Namanya masih anggota benar-benar masih ndak tau harus ngapain tapi Alhamdulillah dibantu sama kakak-kakaknya. Ketika saya menjadi anggota kebetulan kakak saya sudah berada di semester 7 dan 8 itu artinya kakak kami harus berkurang yang angkatan 2006, berarti tinggal angkatan 2007 kebetulan SEF untuk angkatan 2007 benar-benar menyedihkan karena jarang sekali bahkan hampir ndak ada.
Regenerasipun terjadi untuk anggota sudah mulai bertambah tetapi banyak juga yang keluar, termasuk teman-teman saya yang tadinya bertujuh tinggal sisa saya dan Sarrah. Oia hampir saja ketinggalan untuk angkatan 2008 sebelum saya masuk di SEF ada beberapa yang saat itu sudah dekat dengan kakak-kakak di SEF yaitu Rizaldy dan Putri Dina ya bisa dibilang dia sudah mengenal SEF dari tingkat 1. Maka untuk SEF periode 2010-2011 untuk yang angkatan 2008, sudah ada Saya, Sarrah, Putri, Benny, Febri (maaf saya lupa siapa lagi)  yang kami ini diangkat menjadi Badan Pengurus Harian (BPH). Dan mulai masuklah banyak sekali anggota dari tingkat 2008 maupun 2009. Untuk ditahun ini akan dipilih beberapa Bakal Calon ketua SEF yaitu Aldy, Benny, Febri dan Kak Imam (angkatan 2007 yang tersisa) tetapi sayang saat pelaksanaan memberikan Visi dan Misi hanya ada Aldy dan Kak Imam, dengan keputusan bersama akhirnya Aldy yang menjadi Ketua pada periode ini 2010-2011 menggatikan kak Aulia Reza (angkatan 2006) . Dan dengan keputusan dari kakak-kakak terdahulu Sarrah sebagai sekretaris dan saya sebagai Bendahara.
Perjalanan kami di tahun ini bisa dibilang menyedihkan dibalik sudah ndak ada kakak-kakak yang bisa diajak sharing dan juga BPH yang sudah mulai sedikit demi sedikit hilang. Bahkan kami (Aldy, Saya dan Sarrah) sering rapat bertiga untuk membahas beberapa agenda untuk SEF kedepan. Tetapi Alhamdulillah dibantu oleh teman-teman seangkatan yang masih menjadi anggota Mufid, Panji, Andri, Agung, Lulu, Wafi dan lain-lain serta adik-adik kami tercinta angkatan 2009 seperti Khairul, Mala, Irma, Novie, Muchlis, Nury, Ikhsan, Arni, dll yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Mereka ini benar-benar jagoan kami yang dikirim sama Allah. Lucunya setiap kami bertemu pasti rapat, jadi terkadang rapat kami itu disela-sela bertemu yang tak disengaja, dan kami sering sekali rapat di Perpustakan kampus E, selalu disitu pinjam ruangan diskusi, untuk adik-adik yang ndak tau hhmm yasudahlah yah hehehe. Pokoknya setiap ada lapak disudut kampus kami jadikan tempat rapat maklum SEF ndak punya rapat. Alhamdulillah untuk SEF ditahun ini kami bisa menyelenggarakan sebuah acara yang bernama Gunadarma Sharia Economi Event 2011 yang benar-benar mewah banyak pujian dari pihak kampus ataupun luar kampus. Kami sudah mulai menjalain kerjasama dengan beberapa perusahaan perbakan syariah, pembicaraan-pembicara bagus kami datangkan. Dosen, mahasiswa dan beberapa rekan-rekan sejawat sudah mengenal SEF yang tadinya mereka belum mengenal SEF dan ekonomi syariah jadi mulai mengenal walaupun masih nabung di bank Konvensional (jangan ditiru).
Regenerasi SEF periode 2011-2012, wiiiiiiihhh ini benar-benar saat-saat dimana saya menjadi kakak dan mempunyai adik yang sangat banyak, mucul jagoan-jagoan Allah yang dengan cinta kami sambut. Jujur waktu bertemu mereka sekali malamnya saya sempet sms sama kak Aldy, saya bilang “Kak, aku takut ketemu mereka”, dan untungnya si Kakak (panggilan saya ke Aldy) bilang “Harus siap menjadi kakak ya kamu”.  Baiklah saya harus menjadi seorang kakak yang baik untuk mereka, karena sudah terbiasa punya kakak yang angkatan 2006 dan 2007. Dan untuk periode ini karena sudah tidak ada bakal calon ketua alias Rizaldy calon tunggal akhirnya Rizaldy terpilihlah menjadi ketua dan saya sebagai Bendahara, untuk sekretaris dipilih Novie. Kebetulan Sarrah sudah tidak lanjut karena beliau diberi amanah untuk menjadi SPV di Lab. Akuntansi Lanjut A. Oh iya menjadi suatu kebanggaan saat kami sudah berada di semester 7 dari anggota SEF banyak yang menjadi SPV (Mufid Suryani, SPV Lab Akuntansi Dasar), (Sarrah Arifah, SPV Lab Akuntansi Lanjut A), (Wahyu Ageng, SPV Lab Manajemen Menengah), kalau saya cukup jadi Asisten di Lab. Akuntasi Lanjut A bareng sama kak Sarrah lagi, ntah kenapa sama kak Sarrah saya jodoh banget dari kelas tingkat 1-4 bareng, di SEF bareng, di Lab juga bareng #justinfo
Well SEF pada periode ini (2011-2012) Alhamdulillahi Rabbal’alamiin Allah selalu memberikan keberkahan kepada kami, SEF benar-benar menjadi organisasi mahasiswa terbaik di Universitas Gunardama. Banyak dosen yang memuji kami Pak Budi Prijanto (Pembantu Rektor III) disetiap sambutannya saya selalu ingin menangis, beliau pernah berkata “Saya selalu bangga dengan SEF, disetiap seminarnya selalu memberikan yang berbeda dan ini bagus sekali”. Pak Toto Sugiharto (Dekan Fakultas Ekonomi) pun sangat memuji kami. Ini semua berkat kerjakeras, doa dan selalu ada “cinta” ditengah-tengah kami.
Suka dan duka saya untuk di SEF mungkin juga dialami oleh beberapa anggota SEF lainnya mulai sering pulang malam (padahal pas saya ikut Padus takut pulang malam, eh tau-taunya di SEF bahkan sering jarang di rumah karena mau hari apapun bisa dipakai untuk rapat) hehehehe. Mulai dari ibu yang mulai curiga takut kalau SEF itu menjurus ke aliran-aliran agama yang sesat yang saat ini banyak sekali aliran-aliran yang mengajarkan tidak sewajarnya. Tetapi Alhamdulillah Allah memberikan kemudahan lagi untuk saya tetap bertahan selama 3 tahun menjadi anggota bahkan sampai sekarang saya menjadi Dewan Penasihat dan Alumni. Wallahi aku mencinta kalian yang ada didalamnya karena Allah. Saya selalu berpesan kepada adik-adikku yang saat ini masih diberi bea siswa sama Allah untuk belajar di SEF selalu sayangi saudara-saudara kalian, tanyakan kabar, doakan mereka disetiap solat kalian, semoga kita kelak bisa bertemu untuk piknik di Telaganya Rasulullah yaitu Surga. Aamiin
Di forum ini yang saya dapatkan banyak sekali ilmu, cinta, pengalaman. Pengalaman membuat seminar, bertemu dengan orang-orang hebat yang sering muncul di tivi, mengikuti seminar di berbagai kampus, mengikuti segala bentuk aktivitas yang mungkin tidak semua mahasiswa bisa rasakan. Kami di SEF selalu diingatkan untuk selalu menjaga kodrat kami sebagai wanita khususnya saya yang susah sekali dulu untuk berhijab karena selalu dan selalu diingatkan Alhamdulillah karena hidayah dari Allah saya sudah berhijab hampir 2,5 tahun. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk diajak kerjasama dalam sponsorship. Harus mempunyai buku mimpi, ya harus punya buku mimpi karena segala sesuatu yang kita inginkan kalau ndak ditulis pasti cepat hilang. Bagaimanapun kita harus mewujudkannya, ingat satu hal mimpi kita itu harus yang membawa kita untuk menuju Syurga, karena segala sesuatu yang kita mau tetapi tidak membawa kita untuk menuju kesana Wallahi cuma sebuah kepercumaan. Berkahnya lagi saya dan teman-teman di SEF yang akan mengerjakan skripsi tentang syariah dibantu oleh Pak Imam Subaweh yang beliau ini kebetulan menggeluti di bidang Syariah juga dan menjadi Ketua Jurusan Akuntansi. Kami juga sering jalan-jalan, tempat yang sudah kami kunjungi Jogja, Taman Bunga Nusantara, Pulau Harapan, next Singapore, Dubai, and Mekah. Aamiin
Untuk cerita lebih lanjut bisa di buka beberapa link berikut, Perjalanan Mengikuti Roadshow Seminar AlianzSEF Goes to Taman Bunga NusantaraBuka Puasa Bersama Sef Gundarma 2012Seminar Zakat at UNJ untuk yang lainnya buka aja disini SEF  karena sebelum saya membuat tulisan ini saya sempat bercerita tentang kegiatan yang saya lakukan dengan saudara-saudara tercinta ini. Setiap seseorang yang bertanya tentang SEF ke saya, aduh ini benar-benar membutuhkan waktu yang lama dan saya pasti menangis, ntah kenapa pasti selalu menangis karena bahagia, karena Allah memberikan kesempatan kepada saya bertemu mereka.

Wassalam, 
Icha

Senin, 05 Agustus 2013

Pendapat Mengenai UU Perbankan saat ini khususnya UU No. 10 tahun 1998

Assalamu'alaikum, Alhamdulillah saat ini saya sedang menempuh progam pasca sarjana Universitas Gunadarma Magister Manajemen untuk Perbankan. Kebetulan saya diberi tugas mata kuliah Operasional Perbankan yang diberi pertanyaan "Bagaimana peranan dari perbankan nasional saat ini terhadap perekonomian nasional? Apakah sudah sesuai dengan UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan?" dan berikut ini adalah pendapat saya, semoga bermanfaat.

Jawaban:
Perbankan nasional saat ini sudah tumbuh dengan baik, menurut media online (Vibiznews-Banking)  Tahun 2012 mungkin dapat disebut sebagai tahun sukses bagi industri perbankan. Sejumlah bank terkemuka menunjukkan pertumbuhan laba yang cukup mengesankan, berkisar 20% sampai 30%. Sementara kredit bertumbuh di atas 20% dan dana pihak ketiga meningkat berkisar juga di atas 20%, bahkan untuk kelompok BPD mencapai hampir 30% pertumbuhannya.
Di pasar modal pun, saham-saham emiten perbankan termasuk favorit buat para investor dalam dan luar negeri karena fundamentalnya yang kuat dan prospek yang cerah seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih di atas 6% di tahun-tahun ini. Bagaimanapun ini dapat disebut sebagai prestasi karena telah berjalan di tengah kondisi ekoonomi global yang sedang bergejolak.
Dengan pertumbuhan pada perbankan ini bisa diartikan peran perbankan nasional dalam membangun perekonomian merupakan salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam menunjang kegiatan pembangunan nasional atau regional. Peran itu diwujudkan dalam fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi atau institusi perantara debitor dan kreditor. Dengan demikian, pelaku ekonomi yang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatannya dapat terpenuhi.
Menurut saya perbankan seharusnya lebih mengutamakan sektor UMKM dalam pemberian kreditnya, dengan ini dapat membantu masyarakat menengah kebawah melanjutkan hidupnya dengan membuat suatu usaha. Tetapi sayangnya karena besarnya bunga pinjaman yang tinggi ini yang banyak dari masyarakat tidak memanfaatkan untuk modal usahanya.
Selain itu perkembangan Bank Syariah di Indonesia yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang dengan baik.  Disisi lain masih harus terus diawasi oleh BI, karena menurut Direktur Eksekutif Perbankan Syariah BI Edy Setiadi "Ke depan, BI terus mengarahkan dan mendorong bank untuk masuk pada pembiayaan sektor riil, dalam kaitannya dengan pembiayaan yang ramah lingkungan dalam masa transisi OJK ini,”. Dia mengatakan perbankan syariah juga harus terus diarahkan ke arah pembiayaan yang produktif, agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Ini memberikan angin segar bagi masyarakat pada umumnya karena, saya sendiri sangat mendukung dengan perkembangan Bank Syariah yang jauh dari Bunga “Riba”. Untuk itu menjadi pekerjaan rumah bagi para pelaku perbankan syariah bahwa melakukan transaksi di Bank Syariah bisa lebih mudah dan lebih aman dibandingkan dengan Bank Konvensional lainnya.
Sudah sesuaikah perbankan dengan UU No. 10 tahun 1998 ini mengacu pada setiap bank masing-masing. Saya berpendapat belum sesuai karena sesuai pengertian Bank yaitu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyelurkan dana dari masyarakat dalam bentuk kredit atu bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Nyatanya masih banyak masyarakat kita di Indonesia terlilit hutang akibat kredit yang mereka ajukan.



Referensi


Minggu, 17 Februari 2013

Kebersamaan Kami

Tuhan izinkan aku untuk bercerita tentang seorang saudaraku yang mungkin sudah membuka hatiku untuk lebih mengenalMu lebih dalam. Kami dipertemukan karena sebuah lembaga dakwah dikampus kami. Untuk lebih tepatnya dia sudah mengenal kakak saya sebelum saya mengenal dia. Semester 3 saya mulai mengenal lelaki ini hanya sebagai rekan sesama anggota di organisasi ini, tetapi karena intensitas bertemu yang sangat sering kami tumbuh seperti saudara kandung. Marah, nangis, canda, tertawa bareng sering kami lewatkan, bahkan kami sering menjadi perwakilan jika ada organisasi lain yang mengajak pergi untuk suatu acara. Inilah yang menyebabkan banyak beredar kabar kami seperti mempunyai hubungan khusus. Dia benar-benar sudah saya anggap seperti kakak/adik bagi saya, walaupun dia lebih muda dari saya 2 bulan tapi tetap saja saya yang sering dimarahin sama dia. Mungkin karena sayangnya dia ke saya begitu besar.
Secara rasional dia sangat sayang sekali kepada saudara-saudaranya di organisasi ini. Dia adalah motivator bagi kami yang sering kufur akan nikmat Allah yang begitu besar, dia sering mengingatkan kami untuk selalu berdoa, membaca buku, tidak pacaran dan solat tahajud. Sebagai saudara saya sering sekali sebel sama dia karena kebawelannya untuk memakai hijab waktu saya belum berhijab, hehehe tapi sekarang Alhamdulillah sudah hampir 2 tahun saya berhijab,  itupun dia selalu menasehati saya setiap hari dan selalu membuat saya nangis karena alesan saya yang “belum siap” ternyata itu sebuah kebodohan yang baru saya sadari, kenapa tidak dari dahulu saya berhijab. Tidak hanya berhijab dia selalu melarang saya tidak boleh terlalu suka sama Kpop ataupun film-film korea, karena dia selalu bilang “emang mereka yang kamu suka bisa membantumu untuk di akhirat kelak”.

saya dan kakak at Tidung
Keintensitasan kami begitu erat selama hampir 3 tahun, 1 tahun sebagai anggota dan 2 tahun sebagai bendahara umum membuat kami semakin dekat, kami sudah melewati segala situasi dimana kami harus membangun organisasi ini untuk tumbuh maju karena kami tau siapapun yang menolong agama Allah, akan dinaikan derajat dan kedudukannya, kami selalu menganut ayat Al-Quran Muhammad ayat 7. Pengalaman saya yang tak penah saya lupakan yaitu ketika kami pergi ke pulau Tidung undangan dari BEMFE kami menjadi perwakilan untuk perpisahan kepengurusan BEMFE 2010-2011 (kalau ndak salah). Berhubung dia suka mancing tak bakal tertinggal deh tuh untuk mancing di malam hari, dan lumayanlah dapet 1 ikan tapi sayang pas pagi kami lihat sudah dimakan kucing mungkin hahaha. Kebersamaan kami yang hampir 4 tahun ini agaknya sudah tidak sebaik dahulu entah karena ada masalah apa, biarkan kami menjalani kehidupan masing-masing, berakhirnya masa kepengurusan kami, berakhir pula hubungan kami yang dulu baik kini hanya sebatas saya mengenal dia. Aku selalu berdoa untuk kakak mendapatkan yang terbaik. Well mungkin ini sedikit cerita yang bisa saya berikan kepada kalian, semoga ini menjadi bagian dari pejalanan saya menjadi lebih baik. Aamiin

Sabtu, 09 Februari 2013

Dimulai Dari Hal Yang Kecil

Wellcome 2013, Saat ini saya ingin bercerita mengenai hal yang bisa dibilang sangat sepele sekali tapi dampaknya sangat bisa. Jakarta ibu kota kita tercinta saat ini sedang dilanda banjir yang saya bilang parah, karena apa banyak pusat kota yang terkena efek dari derasnya hujan belakangan ini. Ditambah jebolnya kanal timur yang mengakibatkan daerah Latuharhari terendam cukup parah. Disana banyak sekali perkantoran mewah dan rumah-rumah berlantai 2 yang cukup megah tak kalah ikut terendam.
Well, saya ingin bercerita mengenai apa yang saya alami mungkin ini bisa menjadi pembelajaran bagi para calon orang tua dan diri kita sendiri. Suatu hari saya pergi dengan kakak saya ke daerah pusat pembelanjaan di daerah Depok. Saat itu saya menemani kakak saya yang ingin belanja keperluan sehari-harinya. Karena sudah sore kami memutuskan untuk pulang, kami biasa menaiki angkot yang isinya ada 1 keluarga yang terdiri dari 3 anak dan orang tua, dan seorang ibu yang membawa putri kecilnya yang cantik. Saat itu memang habis hujan dan saya sempat mengobrol sama mba saya mengenai banjir.
Seperti biasa yang namanya di angkot pasti kami secara tidak sengaja melihat tingkah laku para penumpang dan mendengar apa yang mereka bicarakan *bukan kepo yah* hehehe. Di dalam angkot kebetulan terdapat sebut saja keluar A yang terdiri (bapak, ibu dan 3 anaka) dan keluarga B (Ibu dan putrinya). Saat itu sang anak dari Ibu A memakan sesuatu yang pastinya menyisakan bungkusan, ketika anak itu bingung mau dibuang kemana, sang ibu pun bilang “buang keluar jendela saja”. Tidak selang lama si anak Ibu B makan permen yang pasti meninggalan bungkusan kecil, dan si ibu B bilang “nanti saja dibuang di rumah yah, kalau buang keluar nanti banjir”. Waw saat itu saya terkejut secara diam-diam takut ibu A ini mendengar dan tersinggung tetapi sepertinya beliau tidak mendengarnya. Saat itu saya mendapat pembelajaran bahwa ilmu dan perkataan yang diberikan oleh sang ibu pasti akan diingat oleh sang anak. Untuk para calon orang tua mulailah kita belajar sejak dini, agar mereka bisa membiasakan kebiasaan yang baik. Dan ilmu itu penting sekali, tetapi kita sebagai orang tua jangan asal saja memberikan ilmu tersebut. Sekian cerita saya untuk saat ini semoga dilain waktu saya bisa share tentang tema yang lain. Wassalam Icha J

Kamis, 20 Desember 2012

Perjalanan Mengikuti Roadshow Seminar Allianz di UNJ


Rabu, 19 Desember 2012 SEF mendapat undangan dari KSEI UNJ untuk menghadiri roadshow seminar Allianz yang sebelumnya juga sudah dilaksanakan di kampus lain seperti Perbanas, Universitas Gunadarma, UIN Syarif HIdayatullah Jakarta dan yang terakhir di UNJ. Seminar seperti biasa diadakan pukul 11.30-16.00 WIB. Seperti kegiatan yang rutin diikuti SEF kami yang pergi kesana janjian untuk berkumpul di kampus D Univ Gunadarma Depok, kami janjian kumpul sekitar jam 10.00 pagi, tapi karena factor apa jadi kita ngaret sampe jam 10.30 wib. Awal kita sepakat naik Patas 84 menuju kampus UNJ tetapi karena lewat bus tersebut 1-2 jam sekali dan itu sekitar jam 10 sudah lewat alhasil kami menyepakati naik kereta dan disambung busway.
Saya dan vie janjian di stasiun lenteng agung karena tadinya saya mau naik patas dari lenteng biar ndak bolak balik dari depok kearah Jakarta. Setelah sampai lenteng Alhamdulillah masih ada kereta ekonomi ke arah Jakarta di bojong, kami menaiki kereta itu. Setelah sampai di st. manggarai kami bertemu dengan anak-anak dari STEI Sahid, saya merasa salut dengan mereka yang jauh-jauh dari daerah sukambumi bisa datang ke UNJ yang notabenya jauh. Alhasil kami bareng menuju UNJ dengan mereka. Sesampainya di UNJ sekitar pukul 12.30 WIB kami solat zuhur di Mesjid sekitar sana, cuaca Jakarta hari itu cukup panas, rasa lapar dan haus mendera kami *lebay* dan setelah solat kami bergegas untuk ke ruangan seminar. Berharap dapat makan siang karena biasanya seminar kali ini dapat makan siang dahulu baru seminar, tapi karena beda panitia jadi beda aturan so, kita hanya mendapatkan roti dan air mineral gelas, lumayan untuk ganjel perut hehehe.
Seminar berjaalan dengan cukup lancar, saat itu pembicaranya Pak Edi Yoga Prasetyo ( Head of Emerging Consumers) dan Pak Agus Haryadi (Pengurus Pusat MES) , untuk moderor sendiri yaitu Bapak Herun Tanjung mungkin untuk orang-orang syairah beliau sudah cukup terkenal. Semianarpun selesai sekitar pukul 15.45 WIB Allhamdulillah kami diberi makan siang dan langsung saja kami makan di lantai bawah bersama keluarga SEF ada Novie, Laras, Jenny, Sarah, Kahfi, Santoso, Heru, Bagus, Kamal, Gustaf, dan Rizki. Jam sudah menunjukkan pukul 16.30 kami langsung bergegas menuju Mesjid untuk solat Ashar. Setelah solat kami berpisah satu persatu Kamal dan Gustav naik motor, Laras dan Sarah naik busway, sedangkan Jenny bareng dengan anak STEI Sahid naik kereta dan sisanya berinisiatif naik patas.
Keseruanpun dimulai sekitar pukul 17.10 kami (saya, vie, bagus, santoso, kahfi, rizki, heru) nunggu patas di halte UNJ dengan harapan bus datang cepat dan tidak penuh. Berhubung kami tidak ada kerjaan kami isi dengan beli janjanan didaerah halte ada yang beli tahu goreng, cilok lumayanlah ganjel perut. Buspun belum menunjukkan batang hidungnya, saat bus datang sekitar magrib dan itu tidak berhenti karena penuh. Sebetulnya bagus sudah mengajak kami daritadi naik kereta karena memang jam pulang kerja saya dan anak-anak tidak mau karena penuh sekali, memang semua kenadaraan saya yakin penuh.  Alhasil barulah kami berinisiatif kita naik busway | bagus said “kenapa ga dari tadi” | ahahaha | karena adzan magrib sudah berkumandang kami memutusakan untuk solat Magrib dulu si depan kampus UNJ, waw kami tidak menyianyiakan waktu untuk foto-foto dulu *tetep*. Selesai solat kami menuju shalter UNJ untuk menaiki bus kearah pasar rebo. Kami mulai tanya tanya petugas untuk transi bus dimana, dan kata petugasnya di shalter Pramuka BPKP dan transit di Cawang UKI. Di shalter Pramuka BPKP kami cerita ngalor ngidul sudah gundah gulana karena kami semua auuussssss huhuhu kasian sekali mereka hahaha sudah busnya datangnya lama dan penuh hampir 1 ½ jam kami menunggu bus untuk kea rah cawing uki. Alhamdulillah bus datang tapi kami terpisah, saya dan vie duluan dan yang ikhwannya belakangan, setidaknya kami sudah saling mengerti kalau penuh yang penting sudah tahu untuk transit dan turunnya dimana. Saya dan vie sudah di cawing UKI tapi bus mereka belum juga mencul, tapi bus untuk kearah Kampung Rambutan sudah ada, kamipun menaiki dan tiba di pasar rebo. Setelah sampai saya smsan dengan oo katanya bus mereka sudah mau dekat shalter pasar rebo, tapi karena sudah malam saya bilang dengan oo kalaupun ketemu syukur kalau ndak kami (saya dan vie) pulang duluan, setelah saya dan vie naik 19 kearah depok berhubung ngetem angkotnya saya melihat mereka (oo, bagus, heru, kahfi dan rizki) sudah menyebrang kearah angkot 19. Dan kamipun bersama lagi setelah sekian lama berpisah selama perjalanan dari shalter Pramuka ke Pasar Rebo, yang namanya JODOH tuh ndak bakala kemana yaaa kaann #eh #curcol hehehe. Alhamdulillah inilah perjalanan kami, vie turun di daerah tanjung barat dan saya turun di daerah lenteng sedangkan yang ikhwan lanjut ke rumah dan asrama. Inilah perjalanan kami hari ini, sampai di rumah saya sekitar pukul 21.30 waw menempuh waktu yang cukup panjang dari UNJ ke rumah. Terima kasih saudaraku untuk hari ini banyak cerita dan kelakuan kalian yang sangat konyol. Hahaha love guys because Allah. *hugs* Wassalam. Icha

Senin, 17 Desember 2012

5 CM The Movie “Cinta, Persahabatan, dan Mahameru”


Sebuah film dipenghujung tahun 2012 yang sangat bagus, keren dan yahuud. Film ini diluncurkan tepat pada tanggal 12 bulan 12 dan tahun 2012 mendapat sambutan hangat dari seluruh pencinta perfilman di Indonesia. Niat kata mau nonton pada hari itu tetapi sudah ludes habis terjual tiketnya. Alhasil saya nonton pada hari kedua bareng dengan saudara-saudara SEF Gunadarma. Alhamdulillah jam 14.25 kami dapat tiketnya.

Zafran, Riani, Genta, Arial, dan Ian, adalah lima sahabat yang sudah saling mengenal selama 10 tahun. Mereka berlima hampir selalu bersama-sama setiap waktu, menghabiskan setiap akhir pekan bersama-sama. Riani yang menjadi satu-satunya sahabat wanita, bahkan hapal betul makanan apa yang disukai sahabat-sahabatnya dengan sangat detail. Maka, setiap makan bersama di salah satu sudut jajanan Jakarta, cukup Riani saja yang berurusan dengan sang pelayan.

Begitu eratnya persahabatan lima muda-mudi ibu kota yang berbeda karakter ini. Sampai Genta, sang pemimpin lima sahabat ini, menuturkan, tidak memiliki teman yang lain, kecuali keempat temannya itu. Ia lalu mengusulkan ide gila kepada sahabat-sahabatnya. Sebuah ide untuk tidak saling bertemu, dan tidak saling berkomunikasi dalam bentuk apapun selama tiga bulan. Ide ini muncul begitu saja dari bibir Genta. Karena, menurutnya, selama mereka bersahabat tidak ada ambisi untuk menggapai impian. Mereka saling ketergantungan.

Tiga bulan pun diisi dengan kesibukan masing-masing dalam mengejar impian. Ada yang mengejar karir, mengejar kelulusan studi, dan ada juga yang mengejar cinta. Bukan perkara mudah untuk tidak saling berkomunikasi selama itu. Selalu ada kerinduan yang tak kunjung tersampaikan. Sampai akhirnya mereka merayakan pertemuan mereka kembali, dengan melakukan sebuah perjalanan menuju puncak tertinggi di pulau Jawa. Sebuah perjalanan yang sebelumnya dirahasiakan oleh Genta.

Petualangan pun baru dimulai, saat pertama kalinya dalam tiga bulan, mereka berkumpul kembali di stasiun Senen. Ternyata mereka tidak hanya pergi berlima, Dinda, adik Arial, juga memaksa untuk ikut. Mereka bereenam berangkat dari stasiun Senen menuju ke kota Malang, untuk kemudian memulai pendakian ke gunung Semeru.

Dalam adegan ketika Zafran dan Dinda mencondongkan badan mereka keluar gerbong kereta. Mereka berdua mencoba untuk merasakan hembusan angin, terpaan cahaya mentari pagi, sambil melihat hamparan padang rumput yang luas yang bikin meleh saat Zafran bilang “I Love You” pada dinda dengan gerka mulut tanpa suara. Mungkin itu hal yang sangat romantis hehe.

Lalu adegan selanjutnya akan lebih banyak menangkap keindahan panorama di gunug Semeru. Salah satunya, merekam keindahan sebuah danau berwarna hijau-kebiruan, di kawasan Ranakumbolo. Beberapa kali sang sutradara juga mengambil angle kawasan gunung Semeru dari bagian atas. Sehingga berkali-kali penonton dibuat takjub. Penonton dapat melihat dengan lebih luas rupa cantik, dari gunung yang memiliki puncak yang paling tinggi di pualu Jawa ini.

Meskipun setiap sudut jalur pendakian menuju puncak Mahameru, menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Gunung Semeru tetaplah menyimpan bahaya bagi para pendaki. Gunung ini merupakan gunung yang masih aktif. Gas beracun bisa mengancam jiwa para pendaki. Abu vulkanik pun membuat kelima sahabat ini sulit untuk bernafas dengan normal. Belum lagi suhu yang membeku, mendekati puncak Mahameru saat dini hari. Arial bahkan sempat merasakan dinginnya suhu puncak Mahameru, yang terasa seakan menusuk ke dalam tulang-tulangnya.

Selama perjalanan Genta selalu mengingatkan sahabat-sahabatnya untuk selalu jujur berkata, bila memang sudah tidak kuat mendaki. Sebagai pemimpin, Genta selalu menanyakan bagaimana keadaan para sahabatnya. Ia juga memberikan pengarahan apa yang mereka harus lakukan saat mendaki ke puncak Mahameru. Ini begitu penting, karena mereka ingin bersama-sama berada di atas awan.

Adegan berlatar Puncak Mahameru, dengan ketinggiannya yang berada di atas awan, merupakan adegan paling memikat dan juga mengharukan di film ini. Selama mata memandang, hamparan awan terlihat seolah-olah bergerak layaknya samudera.

Suasana haru dan membanggakan semakin terasa, ketika mereka berenam dan sekelompok pemuda lainnya, mengibarkan Sang Saka Merah-Putih di atas puncak Mahameru. Menurut kabar diberita adegan tersebut mengambil setting yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus. Hari kemerdakaan bangsa Indonesia.

Satu-persatu dari enam sahabat ini, menuturkan kecintaannya terhadap para sahabatnya, dan juga kepada Indonesia. Dalam percintaan tidak bisa ditebak ternyata jodoh mereka dengan siapa, so bagi yang penasaran wajib nonton yah. Kekayaan alam yang telah dianugerahi oleh Tuhan, membuat keenam sahabat ini semakin mencintai negerinya. Tidak peduli seperti apa pun kesemerawutan yang telah terjadi di negeri ini. Mereka berjanji untuk terus mencintai dan menjaga kekayaan alam Indonesia.

Namun, seperti penuturan Zafran. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini. Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.

     Semua mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, taruh disini, di depan kening. Biarkan dia menggantung, mengambang, 5 centimenter di depan kening kamu.

    Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu, dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang berjalan lebih dari biasanya, tangan yang berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.

    Yang bisa dilakuakan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinan adalah mereka hanya tinggal mempercayainya.

Kata-kata ini yang bikin hati jadi serseran hahaha, keren sekali kata-katanya. Ini saya dapat dari novelnya. Walaupun saya belum baca tapi yang dilihat ini dulu. So buat kamu yang penasaran belum lihat film dan belum baca novelnya buruan. Dijamin ga nyesel.



Kamis, 27 September 2012

SEF Goes To Taman Bunga Nusantara


Bismillah, akhirnya nulis lagi setelah sempet off karena skripsi hehehe. Alhamdulillah skripsi tinggal sidang tanggal 20 Oktober 2012, doakan ya pemirsa. Yup, hari ini saya mau cerita tentang rihlah bareng keluarga SEF Gunadarma yang diadakan kemarin, tepatnya 26 September 2012. Acara ini diselenggarakan oleh kakak-kakak BPH yang sangat solid dibantu dengan adik-adiknya yang ndak kalah solid. Okey langsung cerita saja yah, yang ndak kepo dilarang keras lama-lama disini hehehe *justkidding*
Selasa, 26 September 2012 hari ini adalah hari yang sangat saya nanti karena bisa kumpul dengan seluruh anggota dan alumni angkatan saya. Setelah hampir 3 bulan saya dan kakak-kakak yang mengerjakan skripsi pusing dan sedikit bosan dengan rutinitas yang ada. Malamnya sudah dijarkom oleh kakak humas untuk kumpul di kampus D pukul 06.00 pagi. Tapi namanya saya leletnya bukan main alhasil jam 06.30 baru jalan dari rumah, hehehe (maaf ya kakak-kakak dan adik-adikku). Alhasil selama diperjalan hape berdering menanyakan keberadaan saya yang sudah dimana (maaf ndak diangkat karena repot bawa pastel dan tas yang super berat). Alhamdulillah sekitar jam 7 kurang 10 menit saya tiba di kampus D, ternyata tinggal alumninya yang pada belum dateng, saya, kak Mufid, bang Diles dan 1 lagi BPH yang super duper santai ikutan telat yaitu Kamal. Setelah semua datang tepat menunjukkan pukul 7.10 menit bus melaju ke arah Bogor. Doa dipimpin oleh bang diles sebagai abang tertua *uppspissbang* hehe dan kami menyusuri jalan tol dan daerah puncak.
Perjalanan ditempuh sekitar 2 ½ jam, sekita pukul 09.30 kami pun sampai di Taman Bunga Nusantara di daerah Cipanas, Bogor. Hawa sejuk dan sedikit matahari memberikan semangat kepada kami pada hari itu. Kami bergegas menuju daerah piknik untuk menggelar tiker dan spanduk seminar yang sudah tidak terpakai untuk alas duduk kami. Acara pertama dibuka oleh kak kahfi saat itu beliau ditunjuk sebagai MC dan dibuka dengan pembaca tilawah Al-Qur’an oleh kak Cipta. Selesai tilawah dilanjutkan sambutan oleh ketua pelaksana yaitu kak Ikhsan dan sambutan oleh kak Khairul sebagai ketua SEF.
Acara dilanjutkan dengan sharing oleh para alumni yang terdiri dari Kak Aldy, Mufid, Ardiles, Tessar, Zifa, Saya, Nida dan salah satu senior ada kak Hani dan Kak Mala. Acara diambil alih kak mufid sebagai moderator *ciiemoderator* dan berikut adalah beberapa yang bisa saya sampaikan dari sharing mereka yang ada di twitter :
Kak Ardiles mengatakan bahwa banyak sekali pengalaman yg didapatkan di SEF walaupun cuma 1 tahun kepengurusan #rihlah
Kak @ichaisrisa : "Tidak ada rasa penyesalan masuk SEF, banyak manfaat yg kk rasakan saat ini
Kak Tesar : "Organisasi yg mempunyai kekeluargaan merupakan impian saya, dan alhamdulillah saya dipertemukan"
Kak Mala : "Bukan hanya Ilmu Ekonomi saja yg didapatkan di SEF tetapi Ilmu Rohaninya juga" #rihlah
Kak @hanihohoy : "Kakak2nya Open & ramah banget. Walaupun hanya setahun join, tetapi pengalamannya istimewa"
Kak @nida2791 : "Potensi dan kemampuan diri meningkat selama join di SEF" #rihlah
Kak @Azifa : "Saat ini saya sudah bergabung di @fossei_nasional dan mempunyai relasi yg banyak , ini semua berawal dari SEF" #rihlah
Kak Mufid : "Pentingnya organisasi akan dirasakn ktika LULUS & mrugilah yg tdk berorganisasi ktika kuliahnya" #rihlah
Kak @kingrizaldy : "Esensi kuliah adalah kedewasaan mental, logis, bisa memecahkan masalah" #rihlah
Kak @kingrizaldy : "Kuliah adalah 25% kelas, 25% organisasi, 25% penelitian, 25% relasi" #rihlah
Ini adalah inti yang mereka sampaikan saat sharing ke saudara-saudaraku di SEF. Betapa pentingkan berorganisasi itu, demi Allah tidak ada kata menyesal bagi saya bergambung dengan SEF Gunadarma. Setelah acara sharing selesai acara dilanjutkan dengan solat berjamaah dan makan siang. Setelah itu diadakan tuker kado dan games yang dipandu oleh kak Ikhsan. Jam pun sudah menujukkan pukul 3 sore, kami melanjutkan rihlah ini untuk jalan-jalan disekitaran bunga yang sangat banyak dengan berbagai warna dan jenis. Tujuan yang dinanti anak-anak sef yaitu taman labirin atau dikenal taman sesat. Berhubung saya sudah pernah jadi ndak begitu exited, alhasil saya memutuskan untuk ke menara yang ada di dekat taman sesat itu. Langit sudang mulai gelap, mataharipun sudah ingin pulang seperti kami. Dan sekitar pukul setengah 5 kami bergegas ke pintu keluar arena wisata. Sebelumnya diadakan sesi foto bersama dan ucapan terima kasih kepada panitia yaitu BPH atas kerja kerasnya agar acara ini bisa berjalan dengan lancar. Dan ini hasil foto kami sebelum pulang *yang ngambil kak Aldy, huhu kakak selalu ndak mau difoto*
Kami yang selalu berbahagia, Cipanas 26 September 2012
Acarapun selesai kami langsung menuju bus untuk kembali ke Depok, sebelumnya kami  mampir dulu ke Chimory untuk solat magrib dan membeli oleh2 untuk keluarga di rumah. Sekitar pukul 08.20 malam kami sudah tiba di Kampus D dengan selamat, dan kamipun berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Alhamdulillah senang sekali hari itu, karena bisa berkumpul dengan keluarg SEF Gunadarma yang saya sayangi karena Allah. Terima kasih kepada Kakak-kakak BPH, kak Ikhsan dan yang lain atas kerjakerasnya sehingga acara ini lancar. Sampai berjumpa di acara SEF selanjutnya. Wassalamu’alaikum