Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Februari 2013

Kebersamaan Kami

Tuhan izinkan aku untuk bercerita tentang seorang saudaraku yang mungkin sudah membuka hatiku untuk lebih mengenalMu lebih dalam. Kami dipertemukan karena sebuah lembaga dakwah dikampus kami. Untuk lebih tepatnya dia sudah mengenal kakak saya sebelum saya mengenal dia. Semester 3 saya mulai mengenal lelaki ini hanya sebagai rekan sesama anggota di organisasi ini, tetapi karena intensitas bertemu yang sangat sering kami tumbuh seperti saudara kandung. Marah, nangis, canda, tertawa bareng sering kami lewatkan, bahkan kami sering menjadi perwakilan jika ada organisasi lain yang mengajak pergi untuk suatu acara. Inilah yang menyebabkan banyak beredar kabar kami seperti mempunyai hubungan khusus. Dia benar-benar sudah saya anggap seperti kakak/adik bagi saya, walaupun dia lebih muda dari saya 2 bulan tapi tetap saja saya yang sering dimarahin sama dia. Mungkin karena sayangnya dia ke saya begitu besar.
Secara rasional dia sangat sayang sekali kepada saudara-saudaranya di organisasi ini. Dia adalah motivator bagi kami yang sering kufur akan nikmat Allah yang begitu besar, dia sering mengingatkan kami untuk selalu berdoa, membaca buku, tidak pacaran dan solat tahajud. Sebagai saudara saya sering sekali sebel sama dia karena kebawelannya untuk memakai hijab waktu saya belum berhijab, hehehe tapi sekarang Alhamdulillah sudah hampir 2 tahun saya berhijab,  itupun dia selalu menasehati saya setiap hari dan selalu membuat saya nangis karena alesan saya yang “belum siap” ternyata itu sebuah kebodohan yang baru saya sadari, kenapa tidak dari dahulu saya berhijab. Tidak hanya berhijab dia selalu melarang saya tidak boleh terlalu suka sama Kpop ataupun film-film korea, karena dia selalu bilang “emang mereka yang kamu suka bisa membantumu untuk di akhirat kelak”.

saya dan kakak at Tidung
Keintensitasan kami begitu erat selama hampir 3 tahun, 1 tahun sebagai anggota dan 2 tahun sebagai bendahara umum membuat kami semakin dekat, kami sudah melewati segala situasi dimana kami harus membangun organisasi ini untuk tumbuh maju karena kami tau siapapun yang menolong agama Allah, akan dinaikan derajat dan kedudukannya, kami selalu menganut ayat Al-Quran Muhammad ayat 7. Pengalaman saya yang tak penah saya lupakan yaitu ketika kami pergi ke pulau Tidung undangan dari BEMFE kami menjadi perwakilan untuk perpisahan kepengurusan BEMFE 2010-2011 (kalau ndak salah). Berhubung dia suka mancing tak bakal tertinggal deh tuh untuk mancing di malam hari, dan lumayanlah dapet 1 ikan tapi sayang pas pagi kami lihat sudah dimakan kucing mungkin hahaha. Kebersamaan kami yang hampir 4 tahun ini agaknya sudah tidak sebaik dahulu entah karena ada masalah apa, biarkan kami menjalani kehidupan masing-masing, berakhirnya masa kepengurusan kami, berakhir pula hubungan kami yang dulu baik kini hanya sebatas saya mengenal dia. Aku selalu berdoa untuk kakak mendapatkan yang terbaik. Well mungkin ini sedikit cerita yang bisa saya berikan kepada kalian, semoga ini menjadi bagian dari pejalanan saya menjadi lebih baik. Aamiin

Sabtu, 09 Februari 2013

Dimulai Dari Hal Yang Kecil

Wellcome 2013, Saat ini saya ingin bercerita mengenai hal yang bisa dibilang sangat sepele sekali tapi dampaknya sangat bisa. Jakarta ibu kota kita tercinta saat ini sedang dilanda banjir yang saya bilang parah, karena apa banyak pusat kota yang terkena efek dari derasnya hujan belakangan ini. Ditambah jebolnya kanal timur yang mengakibatkan daerah Latuharhari terendam cukup parah. Disana banyak sekali perkantoran mewah dan rumah-rumah berlantai 2 yang cukup megah tak kalah ikut terendam.
Well, saya ingin bercerita mengenai apa yang saya alami mungkin ini bisa menjadi pembelajaran bagi para calon orang tua dan diri kita sendiri. Suatu hari saya pergi dengan kakak saya ke daerah pusat pembelanjaan di daerah Depok. Saat itu saya menemani kakak saya yang ingin belanja keperluan sehari-harinya. Karena sudah sore kami memutuskan untuk pulang, kami biasa menaiki angkot yang isinya ada 1 keluarga yang terdiri dari 3 anak dan orang tua, dan seorang ibu yang membawa putri kecilnya yang cantik. Saat itu memang habis hujan dan saya sempat mengobrol sama mba saya mengenai banjir.
Seperti biasa yang namanya di angkot pasti kami secara tidak sengaja melihat tingkah laku para penumpang dan mendengar apa yang mereka bicarakan *bukan kepo yah* hehehe. Di dalam angkot kebetulan terdapat sebut saja keluar A yang terdiri (bapak, ibu dan 3 anaka) dan keluarga B (Ibu dan putrinya). Saat itu sang anak dari Ibu A memakan sesuatu yang pastinya menyisakan bungkusan, ketika anak itu bingung mau dibuang kemana, sang ibu pun bilang “buang keluar jendela saja”. Tidak selang lama si anak Ibu B makan permen yang pasti meninggalan bungkusan kecil, dan si ibu B bilang “nanti saja dibuang di rumah yah, kalau buang keluar nanti banjir”. Waw saat itu saya terkejut secara diam-diam takut ibu A ini mendengar dan tersinggung tetapi sepertinya beliau tidak mendengarnya. Saat itu saya mendapat pembelajaran bahwa ilmu dan perkataan yang diberikan oleh sang ibu pasti akan diingat oleh sang anak. Untuk para calon orang tua mulailah kita belajar sejak dini, agar mereka bisa membiasakan kebiasaan yang baik. Dan ilmu itu penting sekali, tetapi kita sebagai orang tua jangan asal saja memberikan ilmu tersebut. Sekian cerita saya untuk saat ini semoga dilain waktu saya bisa share tentang tema yang lain. Wassalam Icha J

Senin, 17 Desember 2012

5 CM The Movie “Cinta, Persahabatan, dan Mahameru”


Sebuah film dipenghujung tahun 2012 yang sangat bagus, keren dan yahuud. Film ini diluncurkan tepat pada tanggal 12 bulan 12 dan tahun 2012 mendapat sambutan hangat dari seluruh pencinta perfilman di Indonesia. Niat kata mau nonton pada hari itu tetapi sudah ludes habis terjual tiketnya. Alhasil saya nonton pada hari kedua bareng dengan saudara-saudara SEF Gunadarma. Alhamdulillah jam 14.25 kami dapat tiketnya.

Zafran, Riani, Genta, Arial, dan Ian, adalah lima sahabat yang sudah saling mengenal selama 10 tahun. Mereka berlima hampir selalu bersama-sama setiap waktu, menghabiskan setiap akhir pekan bersama-sama. Riani yang menjadi satu-satunya sahabat wanita, bahkan hapal betul makanan apa yang disukai sahabat-sahabatnya dengan sangat detail. Maka, setiap makan bersama di salah satu sudut jajanan Jakarta, cukup Riani saja yang berurusan dengan sang pelayan.

Begitu eratnya persahabatan lima muda-mudi ibu kota yang berbeda karakter ini. Sampai Genta, sang pemimpin lima sahabat ini, menuturkan, tidak memiliki teman yang lain, kecuali keempat temannya itu. Ia lalu mengusulkan ide gila kepada sahabat-sahabatnya. Sebuah ide untuk tidak saling bertemu, dan tidak saling berkomunikasi dalam bentuk apapun selama tiga bulan. Ide ini muncul begitu saja dari bibir Genta. Karena, menurutnya, selama mereka bersahabat tidak ada ambisi untuk menggapai impian. Mereka saling ketergantungan.

Tiga bulan pun diisi dengan kesibukan masing-masing dalam mengejar impian. Ada yang mengejar karir, mengejar kelulusan studi, dan ada juga yang mengejar cinta. Bukan perkara mudah untuk tidak saling berkomunikasi selama itu. Selalu ada kerinduan yang tak kunjung tersampaikan. Sampai akhirnya mereka merayakan pertemuan mereka kembali, dengan melakukan sebuah perjalanan menuju puncak tertinggi di pulau Jawa. Sebuah perjalanan yang sebelumnya dirahasiakan oleh Genta.

Petualangan pun baru dimulai, saat pertama kalinya dalam tiga bulan, mereka berkumpul kembali di stasiun Senen. Ternyata mereka tidak hanya pergi berlima, Dinda, adik Arial, juga memaksa untuk ikut. Mereka bereenam berangkat dari stasiun Senen menuju ke kota Malang, untuk kemudian memulai pendakian ke gunung Semeru.

Dalam adegan ketika Zafran dan Dinda mencondongkan badan mereka keluar gerbong kereta. Mereka berdua mencoba untuk merasakan hembusan angin, terpaan cahaya mentari pagi, sambil melihat hamparan padang rumput yang luas yang bikin meleh saat Zafran bilang “I Love You” pada dinda dengan gerka mulut tanpa suara. Mungkin itu hal yang sangat romantis hehe.

Lalu adegan selanjutnya akan lebih banyak menangkap keindahan panorama di gunug Semeru. Salah satunya, merekam keindahan sebuah danau berwarna hijau-kebiruan, di kawasan Ranakumbolo. Beberapa kali sang sutradara juga mengambil angle kawasan gunung Semeru dari bagian atas. Sehingga berkali-kali penonton dibuat takjub. Penonton dapat melihat dengan lebih luas rupa cantik, dari gunung yang memiliki puncak yang paling tinggi di pualu Jawa ini.

Meskipun setiap sudut jalur pendakian menuju puncak Mahameru, menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Gunung Semeru tetaplah menyimpan bahaya bagi para pendaki. Gunung ini merupakan gunung yang masih aktif. Gas beracun bisa mengancam jiwa para pendaki. Abu vulkanik pun membuat kelima sahabat ini sulit untuk bernafas dengan normal. Belum lagi suhu yang membeku, mendekati puncak Mahameru saat dini hari. Arial bahkan sempat merasakan dinginnya suhu puncak Mahameru, yang terasa seakan menusuk ke dalam tulang-tulangnya.

Selama perjalanan Genta selalu mengingatkan sahabat-sahabatnya untuk selalu jujur berkata, bila memang sudah tidak kuat mendaki. Sebagai pemimpin, Genta selalu menanyakan bagaimana keadaan para sahabatnya. Ia juga memberikan pengarahan apa yang mereka harus lakukan saat mendaki ke puncak Mahameru. Ini begitu penting, karena mereka ingin bersama-sama berada di atas awan.

Adegan berlatar Puncak Mahameru, dengan ketinggiannya yang berada di atas awan, merupakan adegan paling memikat dan juga mengharukan di film ini. Selama mata memandang, hamparan awan terlihat seolah-olah bergerak layaknya samudera.

Suasana haru dan membanggakan semakin terasa, ketika mereka berenam dan sekelompok pemuda lainnya, mengibarkan Sang Saka Merah-Putih di atas puncak Mahameru. Menurut kabar diberita adegan tersebut mengambil setting yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus. Hari kemerdakaan bangsa Indonesia.

Satu-persatu dari enam sahabat ini, menuturkan kecintaannya terhadap para sahabatnya, dan juga kepada Indonesia. Dalam percintaan tidak bisa ditebak ternyata jodoh mereka dengan siapa, so bagi yang penasaran wajib nonton yah. Kekayaan alam yang telah dianugerahi oleh Tuhan, membuat keenam sahabat ini semakin mencintai negerinya. Tidak peduli seperti apa pun kesemerawutan yang telah terjadi di negeri ini. Mereka berjanji untuk terus mencintai dan menjaga kekayaan alam Indonesia.

Namun, seperti penuturan Zafran. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini. Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.

     Semua mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, taruh disini, di depan kening. Biarkan dia menggantung, mengambang, 5 centimenter di depan kening kamu.

    Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu, dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang berjalan lebih dari biasanya, tangan yang berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.

    Yang bisa dilakuakan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinan adalah mereka hanya tinggal mempercayainya.

Kata-kata ini yang bikin hati jadi serseran hahaha, keren sekali kata-katanya. Ini saya dapat dari novelnya. Walaupun saya belum baca tapi yang dilihat ini dulu. So buat kamu yang penasaran belum lihat film dan belum baca novelnya buruan. Dijamin ga nyesel.



Minggu, 20 Mei 2012

Kronologis Kecelakaan Minggu, 20 Mei 2012

       Hari ini harusnya ikut Daoruh dengan anak SEF di rumah ukhtina Ajeng di daerah Komplek Padjajaran. Berhubung Ira salah satu anggota kami sering lewat depan rumah berniatlah saya nebeng bersamanya. Sebelum ke kampus E untuk berangkat bareng ke rumah Ajeng tadinya saya mau ke Detos pasar pagi dulu ambil pesanan. Jam 7 Ira sudah dateng ke rumah, seperti biasa pamintan sama ibu. Nah samai di daerah Lenteng atas pas belokan ke kiri biasa ya kan mobil angkot pada ngetem untuk nunggu penumpang, ira bermaksud untuk mengambil ke kanan pas belokkan, menghindari macet, Ira melihat dari arah depok tuh sepi ndak ada mobil atau motorlah, nah ternyata ada yang klakson kami dari arah belakang, kami kirakan mobil tersebut pelan karena biasanya daerah situ sering macet karena orang nyebrang. Dddaarr !! ketrabaklah motor kami dari arah kanan, saya yang jatoh duluan dengan posisi duduk, dan ira agak ke depan dan kejatuhan motor. Saat itu saya masih merasa tidak ada apa-apa hanya merasa sesak di dada, dan agak sakit di bagian punggung sepertinya efek kena tas yang isinya ada laptop. Karena dengan kondisi saya yang shock dan lemas, Alhamdulillah di bopong (dipegangin tangannya) sama tukang ojek sekitar.

Saya saat itu bener-bener shock perdana dalam diri saya, panic saya di kasih tempat duduk sama rumah yang disekitar, dan ira belum juga muncul. Akhirnya setelah muncul ternyata sempat ada adu mulut antara tukang ojek dan si supir ini yang membawa mobil, karena dia yang membawa mobil terlalu cepat. Nah saat ditanya dengan si penabrak, karena saya saat itu merasa biasa aja tidak berdarah darah ya saya bilang “saya ga apa-apa”, si penabrak itu minta maaf dan salaman KELAR. Setelah selesai saya mencoba menghubungi ibu. Saya bilang saya kecelakaan tapi masih baik-baik saja karena saya tahu ibu sangat panik sekali. Menunggu jemputan bapak, kamipun saya, ira, dan bapak ke rumah untuk taruh tas dan langsung ke tukang urut H. Nain. Nah tulang ekor saya mulai berasa sakit dan ira mata kaki kanannya agak bermasalah dan sedikit lecet-lecet karena ketiban motor.

Saat di tukang urut, Subhanallah saya nangisnya bukan main, sakit banget pemirsa yah di urut itu, ndak mau kaya begini lagi. Ira juga di urut kakinya, akhirnya saya di perban di bagian pinggang untuk mengembalikan tulang-tulang yang mungkin agak geser. Dan saya difonis tulang ekornya naik. Hhhmm bangetkan rasanya. Selesai diurut kami pulang lagi, cerita kronolisnya sama ibu, yasudah saya agak dimarahi karena kenapa?, saya cuma bilang ndak apa-apa sama yang nabrak, setidaknya saya minta diantarkan kerumah atau ke tukang urutnya, dan si ibu juga kesel tuh yang nabrak ndak punya tanggung jawabnya sama sekali, setidaknya walaupun kami ndak minta bayarin, anterin keq gitu ke rumah tanya alamatnya. Setelah sebentar ira di rumah dia berniat untuk istirahat di rumah saja. Setelah ira pulang ibu menyuruh saya untuk ke dokter takut kenapa- kenapa, yasudah saya ke dokter untuk minta obat antibiotic dan minta rujukan rontgen. Berhubung minggu tutup, yasudah senin saya kembali lagi ke Aji Waras Medical Center. Hasil rontgennya baru bisa diambil selasa. Semoga ndak ada apa-apa. Aamiin

Terjadilah kehebohan di malam harinya, anak sef pada jenguk ke rumah, seneng banget terharu, walau ndak nangis lagi malamnya karena di hibur mereka. Sampe ada kloter 1 dan kloter 2, yang sesi 1 datanglah Mufid, Muchlis, Tesar, Nida, Zifa, Nury, Vie, Jahra. Mereka datang sekitar jam 6 sore- jam 8 malam. Setelah mereka pulang ternyata ada yang sms “susah banget si nyari rumah lo” kaget ternyata masih ada yang datang lagi, hhmm kalau yang ke2 ikhwan semua ada Aldy, bang Bayu, bang Diles, Kahfi, Efan, dan Ricky terharu mereka bawain Ice Cream dan oreo tapi maap lagi ga boleh makan Ice Cream dan minum-minuman dingin, Well tunggu sembuh dulu yah, hehehe.. 

Inti dari cerita ini:
1.      Kalau terjadi kecelakan dan tuh orang berenti mending minta tanggung jawab deh karena biar mereka ndak seenaknya nabrak2 orang.
2.      Yang namanya keluarga pasti saling mendukung dan mendoakan, terima keluarga ku, dan keluarga SEF Gunadarma, terima kasih juga yang udah pada mention dan wall di FB hehehe Love u pull.. J


Rabu, 28 Maret 2012

JOGJA WE ARE COMING FOR HOLIDAY AND SEMINAR

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Wuhhuuuu Alhamdulillah SEF goes to Jogja, tepatnya minggu kemarin 20-24 Maret 2012, kami ke Jogja jalan-jalan dan seminar nasional Perbankkan Syariah di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Bagaimana cerita kami bisa kesana, disana kami kemana saja, dan keseruan kami seperti apa? Yuk kita mulai berpetualang. Sekitar awal maret 2012, tepatnya saya lupa itu tanggal berapa, di forum kami yang bernama Sharia Economic Forum of Gunadarma University, humas kami kak Nur Azifah memposting berita mengenai seminar nasional yang diadakan oleh Majalah Pengusaha Muslim yang berpusat di Jogjakarta. Seminar ini diadakan hari Sabtu, 24 Maret 2012 pukul 08.00-15.00 dengan HTM mahasiswa Rp. 50.000,- dan umum Rp. 80.000,-. Nah terdapat salah satu ide dari anak-anak SEF untuk pergi kesana karena pas Jum’atnya tanggal merah karena ada perayaan Nyepi itung-itung seperti long weekend. Memang sebetulnya kami sudah merencanakan untuk berlibur ke Pulau Tidung tetapi dari pada pergi dekat dengan biaya yang sama kaya pergi ke Jogja, kami sepakat memutuskan dengan anggota lain untuk pergi ke Jogja, seminar dan sekalian jalan-jalan. Setelah keputusan ini dibuat terdapat 17 orang dari anggota kami yang pergi kesana, sebetulnya saya dari lubuk hati ingin sekali anak SEF ikut semua, tetapi apa boleh buat hanya 17 orang yang ikut.
Kami yang berkesempatan bisa pergi ke Jogja mengadakan rapat intern dengan membagi-bagikan tugas, siapa yang pesan tiket PP, tempat penginapan, dan tiket seminar. Alhamdulillah semua lancar, ditunjuklah si embem saya memanggilnya alias Hendra untuk bertanggung jawab tiket PP kami, kebetulan peraturan sekarang kalau mau pergi ke luar kota dengan kereta harus pesan tiket seminggu sebelum keberangkatan, Alhamdulillah kami dapat tiket PP dengan menaiki kereta ekonomi seharga Rp. 35.000, jadi PP Rp 70.000,-/ orang dan berangkat Selasa, tanggal 20 maret 2012 Pukul 20.30 dan pulangnya Sabtu, 24 Maret 2012 pukul 16.30. Tiket seminar Alhamdulillah Zifa sudah memesan via telpon dan di transfer untuk 17 orang, untuk penginapan Zahra juga sudah menelpon penginapan untuk 17 orang, kita dapat 3 kamar dengan harga Rp. 275.000,-/hari. Yup, semua ini sudah beres tinggal persiapan kita disana dan bekel uang dan baju secukupnya.

Selasa, 20 Maret’12
Hari menuju keberangkatan ke Jogja, kami sepakat untuk yang rumahnya di daerah bogor, depok dan sekitarnya janjian ke St. Pocin jam 4 sore untuk ke St. Senin bersama. Kalau yang rumahnya dekat dengan St. Senin mereka berangkatnya nyusul kesana. Setelah kami kumpul 17 orang keretapun datang dan kami semua menempati tempat duduk yang sudah tertera di tiket. Perjalanan saat itu malam jadi hawa panas tidak begitu terasa, tapi kalau lagi berhenti di st dengan waktu yang lama kami otomatis kipas-kipas maklum kereta ekonomi, hehehe.

Rabu, 21 Maret’ 12
Saya dan sifa berfoto setelah tiba di St. Lempuyangan
Tepat pukul 07.00 Wib kami tiba di st. Lampuyangan, stasiun pemberhentian terakhir dari kereta ekonomi itu. Memang sih sangat disayangkan tidak berhenti di St. Tugu yang jaraknya tidak jauh dari penginapan dan central jogja yaitu Malioboro. Sesampainya di St. Lempuyangan kami sudah janjian denga teman SMAnya Jahra yang saat ini sedang kuliah disana, namanya saya lupa (maaf), dia yang membantu kami ke tempat tujuan penginapan, setelah sampai di penginapan kami semua bergegas untuk mandi dan bersih setelah lama diperjalanan dengan bau keringat dan besi kereta api yang teramat sangat. Hari pertama di Jogja kami sengaja tidak pergi ke tempat-tempat yang jauh, kami hari ini berniat untuk jalan-jalan di sekitar Malioboro. Benar saja, kami disana sudah mulai dengan kamera digital dan kamera hp yang kami sudah siapkan jauh-jauh hari, namanya juga jalan-jalan kalau nda foto yaa nda afdhol hehehe, kami mulai dengan petualangannya, disaat kami sedang duduk menikmati kota jogja sekitar jam 1 siang, kami dtawarkan oleh bapak-bapak tukang becak untuk wisata ke taman sari dengan menaikin becak PP Rp. 10.000,- ya intinya kami ditungguin selama berada disana. Ya sudah daripada kami juga nda tau harus ngapain lagi disekitar mailoboro, kami memutuskan tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman Sari. Saya lupa masuk kesana per orangnya berapa, sepertinya sekitar Rp. 4000,- / orang. Taman Sari itu terletak tidak jauh dari Kraton Jogja, Mesjid Agung, disana menurut pemandu yang kami minta untuk menjelaskan setiap sudut taman, tempat ini adalah tempat mandi para selir-selir kerajaan waktu jaman dulu.

Taman Sari, tempat pemandian para selir kerajaan 
 Taman Sari saat ini dipadati rumah-rumah warga yang tak lain adalah para abdi dalam istana  yang diberi sewa tanah daerah kraton. Setelah ke Taman Sari sekitar jam 5 sore kami memutuskan untuk keliling-keliling daerah BI Jogja, Taman Pintar, ya walau nda masuk setidaknya kami tau daerah itu. Hehehe. Seperti kebanyakan remaja-remaja pendatang disana, pas malam menjemput kami mencari tempat makan yang murah dan enak pastinya, berhubung kami ber17 ada saja selera makan yang berbeda-beda, akhirnya ada sebagian yang mencari kesana kemari. Pukul 10 malam sudah tiba kami mengadakan rapat sebentar untuk membahas mau pergi kemana besok, kami memutuskan untuk ke Borobudur, karena beberapa dari kami ada yang belum pernah kesana, alhasil kami memutuskan untuk ke candi Borobudur.

Kamis, 22 Maret’12
Pukul 07.00 pagi kami sudah ngumpul di depan penginapan, PJ kami hari ini adalah Ricky, beliau bertugas mengatur PP, tiket masuk, dan anggota yang sekiranya ketinggalan dalam perjalan kami kesana. Sebelum pergi kami sudah menginvestasikan uang sebesar Rp. 60.000 untuk PP dan tiket masuk ke Borobudur, dan kami bersepakat untuk pergi pagi kesana, karena biar sorenya bisa pergi ke tempat lain. Perjalanan kami ke Borobudur diawali menaiki Trans Jogja dengan harga tiket Rp 3.000 tidak jauh beda dengan yang ada di Jakarta, memang bisnya lebih kecil dari yang di Jakarta, hehehe. Kami naik trans Jogja melakukan transit dahulu sebelum ke terminal untuk menaiki bis yang ke arah ke Borobudur. Info yang kami dengar tarif naik bis kesana 1 orangnya bisa kena Rp 10.000, jadi PP untuk naik bis trans jogja dan bisa sekitar Rp 30.000. Di tengah perjalanan ternyata ketua kami di beri pilihan untuk menyewa bis tersebut sehari untuk nanti siangnya kita ke Parangtristis yang ada di selatan Jogja. Untuk sewa bisnya itu sekitar Rp 600.000, otomatis kami minta tawaran harga agar bisa kurang daritarif itu, ya  sudah kami sepakati sewa bis tersebut Rp 550.000, dan akhirnya hari itu kami ke Borobudur dan Parangtritis. Alhamdulillah Allah sangat baik ke kami, tak ada raut wajah lelah, sedih, dan suntuk selama disana, kami sangat berbahagia. Hari ini pun dilalui dengan foto-foto, makan  bareng, dan bermain di pantai Parangtritis.

Saya saat di Borobudur
Aldy, Saya dan Bang Bayu di Parangtritis





Jum’at, 21 Maret'12
Hari terakhir menikamati Maliboro dan sekitarnya sebelum Sabtu kami harus pulang. Hari ini kami seperti biasa membuat jadwal dan kesepatan-kesepakatan agar tidak ada yang rancu, hehehe. Pagi hari kami bareng-bareng untuk berbelanja bakpia patok disekitar malioboro, sebetulnya bukan di malioboronya juga saya lupa nama jalan-jalannya disana. Kami sengaja mendatangi pabrik bakpianya langsung dan mencari harga yang murah, karena menurut kami rasa bakpia yang mahal dan murah sama aja terbuat dari kajang ijo. Mulailah anak-anak SEF diberi waktu belanja sepuasnya sampai pukul 1 siang, yang ikhwan si berhubung solat Jum’at mereka sebelum jam 11 sudah selesai berbelanja, tetapi kami yang akhwat hehehe masih mencari cari yang murah dan lucu. Apalagi saat masuk pasar Bringharjo batiknya bagus-bagus, alhasil saya beli celana aladin kembaran saya, jahra dan sifa, kalau untuk oleh-oleh saya hanya beli celana untuk mba saya doang. Mungkin saya doang yang belanjaanya dikit pertama males bawanya, kedua nanti kalau saya beli siapa yang mau bawain. Hehehe
Tepat pukul 13.00, cuaca di Jogja panasnya bikin males keluar penginapan, kami yang sudah di penginapan mungkin tidur siang adalah alternative baik yang kami lakukan, yup alhasil kami pun kebanyakan tidur siang karena cuaca di jogja yang sangat panas. Sekitar pukul 16.00 kami mulai brsiap untuk jalan-jalan sore menuju st. tugu dan sengaja mau foto-foto yang banyak di daerah jalan Malioboro. Magrib tiba kami solat berjama’ah di mesjid sekitar dan melanjutkan untuk makan malam bersama. Ternyata setelah makan malam pencarian oleh-olehpun masih berlanjut untuk mereka yang masih kurang, yaa mungkin mereka baru inget, hehehe. Sekitar pukul 8 malam ikhwan dan kami yang akhwat sebagian mencoba untuk terakhir kalinya bermalam di jogja ke angkringan. Tempat lesehan ini adalah tempat favorite minum kopi joss, yang terbuat dari kopi yang dimasukkan arang panas dan karena bunyinya yang “Joooss” makanya dinamakan kopi joss. Di angkringan kami banyak yang memesan minuman khas yang memang kami jarang minum di Jakarta, saya saat itu berhubung lagi pengen es jeruk, nda jauh dari es pesan minuman itu saja, tetapi sifa memesan susu jahe. Gorenganpun tak tertinggal, jujur perut saya sudah kenyang berhubung rame-rame ya dimakan saja yang sudah dipesan. Tepat pukul 21.30 wib, kami pulang ke penginapan karena besok pagi kami masih ada seminar dan sorenya pulang ke Jakarta, betapa indahnya malam terakhir di Jogja bersama mereka.
Malam terakhir di Jogja, suasana angkringan
jalan-jalan sore sekitar Malioboro
Sabtu, 24 Maret’12
                Pagi terakhir di Jogja, kami sudah rapi dengan baju kemeja dan koper beserta tas oleh-oleh yang kami harus bawa ke tempat seminar. Saat itu kami merasa nda mau bawa barang-barang itu karena sedikit berat, hehehe. Tapi ya mau dibilang apa, kami harus pulang hari ini. Menaiki bus Trans Jogja kami menuju UIN Sunan Kalijaga, menuju kesana kami harus transit ke shalter bandara lalu turun di shalter UIN Sunan Kalijaga. Tiba disana kami melihat betapa megah dan mewahnya universitas tersebut. Walaupun sedikit telat tetapi kami bisa mengikuti seminar tersebut dengan tenang, barang-barang kami yang super banyak Alhamdulillah bisa dititipkan ke panitia yang bertugas saat itu. Solat Zuhurpun tiba, kami sengaja ingin solat di Mesjid Sunan Kalijaga yang ada di kawasan universitas.

Bertemu kak Febri dan Kak Iqbal di Mesjid Sunan Kalijaga
Masya Allah, betapa bagusnya mesjid yang mewah itu, disana kami sengaja janjian dengan kak Febri dan kak Iqbal saudara SEF kami satu universitas. Mereka sedang holiday juga ke daerah Kebumen, Jawa Tenagh yang tidak jauh dari kota Jogja, sekitar 3 jam perjalanan menaiki sepeda motor untuk bisa sampai ke sana. Setelah seminar selesai tepat pukul 15.00 kami segera bergegas ke st. Lempuyangan. Sampai di St. Lempuyangan, ternyata kereta sudah berada disana. Kami pun menaiki dan menempati tempat duduk yang sesuai dengan tiket. Kereta berangkat pukul 16.30, kami sempat menunggu keberangkatan sekitar 30 menit. Disela-sela menunggu keberangkatan kami mendapatkan berita duka, kakak kami, pejuang SEF kami, Kak Rama Hardjanto meninggal dunia karena sakit yang sudah lam diderita. Beliau merupakan sosok kakak yang sangat low profile. Ada cerita tersendiri yang saya dapatkan dari sosok beliau, walaupun saya tidak pernah bertemu langsung dengannya, tetapi beliau salah satu penyemangat saya saat ingin siding PI di semester 6. Beliau memberikan nasihat-nasihat agar tidak grogi saat berbicara di depan. Semoga Beliau diterima disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ditempatkan di SyurgaNya. Aamiin.

Minggu, 25 Maret’12
Alhamdulillah kami tiba di St. Senin pukul 02.30 pagi dengan selamat, karena Jakarta yang masih pagi kami memutuskan untuk tidur di stasiun menunggu adzan subuh tiba dan bagi kami yang pulang kea rah depok menaiki KRL pertama sekitar pukul 06.40 wib. Mataharipun datang menyambut kami yang sudah rindu inging tidur di kamar dan membagikan oleh-oleh ke keluarga. Dan akhirnya tepat pukul 08.00 saya tiba di rumah dengan selamat. Yup, begitulah cerita saya selama di Jogja, tunggu cerita kami selanjutnya. Terima kasih kepada semua pihak yang namanya saya sebutkan, mohon maaf bila ada kekurangan dalam penulisan cerita ini. Really I love my beloved SEF Gunadarma.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh. 

Selasa, 28 Februari 2012

Februari 2012 “SESUATU”

Februari, hhmm apa yaaa yang bikin sesuatu?? Hhmm karena Valentinenya kah? (GA MUNGKIN BECAUSE I'M MOESLIM) Atau liburan pertengahan semesternya kah? Atau ada yang lain?? Okey kita mulai berpetualang di Februari. Yup, bulan ini adalah bulan yang amat sangat super duper padat bagi kami khususnya anak Sharia Economic Forum (SEF) Gundarma. Karena apa? Subhanallah jadwal kami yang bisa dibilang tidak ada liburnya sama sekali. Diawali dari persiapan untuk Aksyar ke 5 tentang “Akad Syariah” dan yang paling penting acara terbesar kami Gunadarma Sharia Economic Event 2012 yang berlangsung selama 3 hari berturut- turut pada tanggal 23,24,25 Februari 2012. Selain ada 5 seminar, Gsent ini juga terdapat Bazzar.

Belum lagi di bulan Februari saya mendapat kabar dari Lab, bahwa pengembangan yang saya kerjakan yang tadinya untuk di Lab Reguler alias di Lab yang bias di E53, harus buat Modul untuk ILab, dan itu dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan, jreeeeen pikiran saya langsung pusingnya nda kuat. Setelah dari berita kalau tim saya harus membuat modol lagi dengan berbagai kepusingan dan keribetan, dapet lagi kabar kalau saya harus mengikuti PKM (Proposal Kegiatan Mahasiswa), Allahu Akbar jujur rasanya pengen banged menjeriit saat dengar kabar itu, basicly seneng karena tema yang diangkat mengenai Pegadaian Syariah, karena ya berbau syariah pasti senenglah, secara anak SEF hehehe. Tapi saya merasa bulan Februari itu dengan 29 harinya kurang banged. Yup, itulah kehidupan disaat bener-bener free nda ada sama sekali yang dikerjakan, sekalinya dikasih amanah, sebanyak itu. Cuma bisa mengerjakan dan berdoa sama Allah ini semua bisa diselesaikan tepat pada waktunya. Aamiin ya Rabba’alamiin.

Selasa, 12 Juli 2011

Sidang Pertama

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarrakatuh

Haiii haiii akhiirnyaa aku sudah sidang Penulisan Ilmiah untuk setara D3. Alhamdulillah lancar berkat doa dan semangat dari keluarga dan teman-teman semua. Yup, tepat hari ini Selasa, 12 Juli 2011 pukul 09.00 saya sidang untuk jenjang D3 sebagai syarat Sarjana S1 saya. Huuaah rasanya sangat lega sekali setelah keluar dari ruangan yang menurut orang yang lewat situ sebagai "orang bisa" bukan sebagai peserta sidang diiingiin banged, tapi menurut kami sangat panas karena panik, hehehe.. 1 minggu sebelum sidang Saya pun belum mempersiapkan slide ataupun naskah yang harus dirangkap 3 untuk penguji, entah karena malas atau apa yang jelas rasanya pengen nanti-nanti aja mengerjakan itu semua.

Belum lagi tanggal 8 dan 9 Juli saya harus ikut PPMK outdor di puncak istilah untuk pelatihan anggota baru BEM FE. Makin dagdigduglah jantung berasanya seperti mau meledak kepala, mau terjun dari tingkat 3 kampus E, campur aduk deh pokoknya. Tapiii, Alhamdulillah sekali malam sebelum sidang saya banyak sekali sms doa dan semangat untuk mendoakan saya agar lancar dan bisa menjawab semua perntayaan- pertanyaan dari dosen penguji. Salah satu dari sms itu terdapat sms yang menurut saya sangat berguna bagi teman- teman semua yang memang baru pertama kali mau sidang seperti saya. Ini dia tipsnya :
  1. Menguasai isi materi penelitian kamu karena otomatis itu buatan kamu kan;
  2. Minta restu orang tua karena ini hal yang wajib kita lakukan sebagai anak yang berbakti;
  3. Jangan tidur malam, karena takut ngantuk atau pusing kalau tidur sesuai aturan yang ada;
  4. Menyiapkan Slide dan Soft Cover yang dibutuhkan, JANGAN LUPA masukkin ke dalam tas kkarena takut ketingglan;
  5. Perlahan hilangkan sedikit demi sedikit rasa gugup dan kurang percaya diri karena itu yang membuat semua isi kepala bisa hilang;
  6. 5-10 menit sebelum sidang usahakan ke kamar mandi (kalau bisa yang ada cerminnya) gerak-gerakkan mulut dengan mengucap ( SAYA BISA, PASTI BISA, YAKIN BISA) tanpa bersuara dengan melompat-lompat kecil (awas kepleset);
  7. Dan yang terakhir dari saya BERDOA, ketika kita sudah berikhtiar lalu bertawakallah;
Mungkin itu sedikit cerita dari saya, semoga membantu teman-teman sekalian untuk menjalankan sidang pertama, kedua, bahkan ketiga.. hehehe
Jazakumullah khair

Wassalamu'alaikum warrahmatullah wabarrakatuh

Minggu, 03 Oktober 2010

Enam Hal yang Sulit Diungkapkan Pria

By Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni - Sabtu, 2 Oktober
VIVAnews - Pria cenderung memiliki sikap lebih terbuka dibandingkan wanita. Tetapi ada situasi di mana pria merasa sulit mengungkapkan perasaannya.
Ketahui enam hal yang sulit diungkapkan pria ketika berada dalam situasi tertentu.
1. "Aku sayang kamu"
Terdengar klise, tetapi sebagian besar pria akan merasa tidak tenang dan merasa sulit untuk mengungkapkan kalimat itu. Menjelang mengucap kalimat itu, jantung biasanya berdegup kencang disertai tangan berkeringat. Pria akan merasa takut ditolak. Jadi, jangan heran jika melihat seorang pria mukanya terlihat merah saat mengungkapkan perasaan cinta pada wanita incarannya.
2. "Hubungan ini tidak berjalan lancar"
Pria biasanya akan menghindar ketika pasangannya mulai membahas kelanjutan hubungan, terutama ketika hubungan sudah tidak berjalan dengan baik. Pria juga tidak suka melihat wanita menangis di depannya karena tidak ingin menjadi pihak yang berdosa. Untuk menghindari ini, mereka biasanya memilih bersikap menyebalkan, dan menunggu hingga pasangannya memutuskan hubungan.
3. "Pakaian itu tidak bagus untuk kamu"
Pria akan sulit sekali berkata jujur jika ditanya soal penampilan wanita. Jika seorang wanita meminta pendapat soal penampilan, pria pasti akan sulit berkata "pakaian itu tidak bagus untuk kamu". Pria akan lebih "mencari aman" dengan mengatakan "lumayan" atau "bagus kok".
4. "Aku butuh ruang"
Ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Bagi pria, jika ia ingin menghabiskan waktu sendiri tanpa pasangan, butuh keberanian besar untuk mengungkapkannya. Mereka tidak ingin menyakiti pasangannya saat ingin menyendiri untuk sementara waktu. Jika pria tidak pernah mengungkapkan hal ini, bisa jadi ia melakukan trik tertentu misalnya dengan alasan lembur atau ada pekerjaan di luar kota.
5. "Aku tidak suka berkumpul dengan teman-temanmu"
Sebagian besar pria tidak suka berkumpul dengan teman-teman wanita pasangannya. Jika memang 'dipaksa' bertemu, mereka akan lebih banyak bersikap diam dan terlihat kikuk. Suasana tersebut memang tidak nyaman bagi pria. Bukan karena dia tidak menyukai teman-teman Anda, tetapi karena obrolan pasti akan kurang nyambung.
6. "Iya, kamu benar"
Ego pria yang begitu besar akan turun jika ia mengakui kalau opini Anda yang benar. Ketika beradu argumen dan fakta menunjukkan Anda benar dan dia salah, ia akan sulit untuk mengakuinya. Dalam situasi tersebut kebanyakan pria akan memilih diam. (pet)
Sumber :
http://id.news.yahoo.com/viva/20101002/tls-enam-hal-yang-sulit-diungkapkan-pria-34dae5e.html

Senin, 22 Maret 2010

10 Peringkat Pengguna Internet di Asia

Internet seakan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi yang berlangsung cepat. Kenaikan ini mungkin disebabkan karena penggunaan yang sangat mudah, dengan internet mereka bisa berinteraksi secara bebas dan kemana saja.
Kenaikan pengguna internet juga dicerminkan data dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bahwa pertumbuhan pengguna situs yang berakhiran ".id" tumbuh sekitar 53 persen per tahun dalam kurun waktu antara tahun 1998-2006.




Berdasarkan Sumber dari internetworldstats.com data update 30 Juni 2008, jumlah pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke 5 di Asia. Negara yang paling dekat dengan Indonesia (malaysia) menduduki peringkat 9, sedangkan peringkat pertama diduduki oleh China. Hal ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap internet cukup besar.
Sumber :
http://blog.pasarsolo.com/blog/herusastro/2008/11/19/jumlah-pengguna-internet-indonesia-menduduki-peringkat-ke-5-di-asia.html